Hasil undian Piala AFF 2026 baru-baru ini memicu banyak reaksi dari netizen. Displacement Indonesia di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang playoff antara Timor Leste dan Brunei membuat banyak orang berkomentar, terutama tentang absennya Malaysia sebagai rival dalam grup tersebut.
Reaksi yang muncul banyak berkisar pada rasa rindu untuk melihat duel Indonesia kontra Malaysia yang selalu hangat. Rivalitas ini telah menjadi salah satu daya tarik utama dalam sepak bola Asia Tenggara, dan tidak sedikit yang berharap pertemuan tersebut bisa kembali terjadi di ajang Piala AFF kali ini.
Salah satu yang paling sering disorot adalah kekhawatiran dan harapan penggemar tentang tim Malaysia. Banyak yang menggambarkan kerinduan untuk melihat laga klasik antara kedua tim.
Polemik Absennya Malaysia dalam Grup Piala AFF 2026
Tanggapan dari netizen sangat beragam terkait tidak bertemunya Indonesia dan Malaysia di undian ini. Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan kekecewaannya dan berharap bisa menyaksikan duel seru antara kedua negara.
Rivalitas antara Indonesia dan Malaysia memang memiliki akar sejarah yang dalam. Pertarungan di lapangan hijau seringkali diwarnai dengan nuansa emosional baik dari pemain maupun suporter.
Ada yang mengatakan, “Padahal kangen ketemu Malaysia,” mengekspresikan kerinduan fans kepada satu sama lain. Ini menunjukkan betapa kuatnya magnet rivalitas tersebut dalam membangkitkan semangat kebangkitan nasional masing-masing.
Perhatian pada Lawan-Lawan Lain di Grup A
Meski banyak yang merindukan laga Indonesia vs Malaysia, Grup A yang diisi oleh Vietnam, Singapura, dan Kamboja tetap menarik perhatian. Vietnam, misalnya, menjadi salah satu lawan yang kerap dihadapi oleh Indonesia sehingga membuat banyak netizen menjadikan hal ini sebagai topik perbincangan.
“Sering banget ketemu Vietnam,” tulis seorang netizen, menunjukkan pola pertemuan yang sering terjadi di ajang sebelumnya. Hal ini menjadi dasar bagi banyak orang untuk meragukan apakah Indonesia bisa mengatasi Vietnam yang terkenal solid dalam permainan.
Sebagian lainnya berkomentar, “Jodoh lagi sama Vietnam,” yang menunjukkan sikap menganggap pertemuan tersebut menjadi hal biasa namun tetap menarik. Ini memperlihatkan bagaimana partai melawan Vietnam sudah menjadi bagian dari ritual tim nasional Indonesia.
Faktor-faktor yang Membentuk Rivalitas Indonesia dan Malaysia
Rivalitas ini tidak lepas dari sejarah yang panjang antara kedua negara, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga persaingan olahraga. Dalam setiap pertandingan, baik di level klub maupun nasional, keduanya selalu saling menantang dan berusaha menunjukkan siapa yang lebih unggul.
Kedua suporter juga memainkan peran penting dalam membangun rivalitas ini. Mereka sering menghadirkan suasana meriah dan kadang juga tegang di setiap pertandingan yang melibatkan kedua tim.
Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari sekadar pertandingan, ada emosi yang mengikat masyarakat kedua negara. Kemenangan satu pihak sering kali disambut sebagai pembuktian kekuatan di mata publik.
Kesimpulan: Harapan untuk Catatan Baru di Piala AFF 2026
Tidak ada keraguan bahwa Piala AFF 2026 dapat membawa banyak harapan baru bagi sepak bola Asia Tenggara, khususnya bagi Indonesia. Meskipun Malaysia tidak ada dalam satu grup, para pemain tetap dituntut untuk memberikan performa terbaik mereka.
Reaksi netizen yang terus mengalir menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan tim nasional. Ini memperkuat keyakinan bahwa setiap pertandingan akan menjadi kesempatan untuk unjuk gigi dan menyatukan suporter di seluruh tanah air.
Akhirnya, meski pertemuan Indonesia dan Malaysia harus tertunda, gelaran Piala AFF tetap bisa menjadi ajang prestisius untuk menunjukkan kualitas sepak bola dari masing-masing negara di Asia Tenggara.
